Smartfren

Selamat Datang di dunia smartfren, era baru dan terdepan dalam penyediaan layanan telekomunikasi di Indonesia

Aplikasi GPS Android

Sistem navigasi sangat membantu Anda, manfaatkan kecanggihan teknologi masa kini

Akses LCD Dengan Mikrokontroler

LCD karakter sangat berguna sebagai penampil (display). Kita dapat menampilkan apapun sesuai yang kita inginkan. Dengan memanfaatkan mikrokontroler AVR, kita dapat mengakses LCD.

Film Indonesia

Film Indonesia telah kembali menampilkan film yang berkualitas. Era film bertema setan/hantu telah usai. Saksikan di bioskop-bioskop di kota Anda.

Sekedar berbagai pengalaman saya mengenai Mini SD Memory. Waktu itu beli Mini SD ga kebaca di card reader.

Friday, October 28, 2011

Kode Komponen Elektronik

Akankan Anda selalu memperhatikan kode komponen setiap menggunakannya??
Setiap komponen elektronika yang dibuat oleh suatu perusahaan pasti memiliki kode khusus.  Kode komponen elektronika bertujuan untuk memberikan informasi mengenai komponen tersebut, entah kode pabrik, bahan /material komponen, atau bahkan penggunaan komponen. Berikut beberapa informasi mengenai kode-kode komponen.

Kode komponen IC :


  1. MC         - Motorola
  2. LF, LM   - National
  3. N, S        - Signetics
  4. ECG        - Sylvana
  5. CA, SK   - RCA
  6. uA           - Fairchild
  7. TL           - Texas Instrument
Kode komponen Transistor
Huruf ke -1 menyatakan material semikonduktor :
  1. A - germanium
  2. B - silikon
  3. C - arsenida galium
  4. D - antimonida indium
  5. R - sulfida cadmium
Huruf ke-2 menyatakan penerapan peranti :
  1. A - dioda detektor, dioda kecepatan tinggi, dioda pencampur
  2. B - dioda dengan kapasitas variabel
  3. C - transistor frekuensi rendah (bukan transistor daya)
  4. D - transistor daya, frekuensi rendah
  5. E - dioda terobosan (tunnel diode)
  6. F - transistor frekuensi radio (bukan transistor daya)
  7. G - macam ragam kebutuhan
  8. L - transistor daya, frekuensi audio
  9. N - kopling foto (photo coupler)
  10. P - detektor radiasi (dioda foto, transistor foto)
  11. Q - generator radias (LED)
  12. R - peranti kemudi dan sakelar (TRIAC)
  13. S - transistor sakelar
  14. T - peranti kemudi dan sakelar (TRIAC)
  15. U - transistor sakelar, daya tinggi
  16. X - dioda pengganda
  17. Y - penyearah, dioda efisiensi atau dioda penyondol
  18. Z - acuan tegangan (zener), pengatur (regulator) atau dioda penindas kilasan (transient suppresor diode)
TIP   - Texas Instrument Power Transistor





Thursday, October 27, 2011

Penggunaan Alat Ukur Intensitas Suara (SLM)

Tingkat kekuatan atau kekerasan bunyi diukur dengan alat yang disebut Sound Level Meter. Alat ini terdiri dari, mikrofon, amplifier, weighting network dan display dalam satuan desibel (dB). SLM biasanya dilengkapi dengan bobot pengukuran A (dBA), B (dBB), dan C (dBC). 

Cara penggunaan SLM, antara lain :
1. Agar pengukuran stabil, SLM sebaiknya dipasang pada tripod karena lebih stabil dibandingkan dengan yang dipegang oleh tangan operator. Posisi operator yang terlalu dekat dapat mengganggu penerimaan bunyi. Selain itu peletakan SLM pada papan, seperti meja atau kursi, juga dapat mengurangi kesahihan hasil pengukuran karena sarana tersebut akan memantulkan bunyi yang diterima.
2. Operator SLM setidaknya berdiri 0,5 meter dari SLM agar tidak terjadi efek pemantulan.
3. Untuk menghindari terjadinya pantulan dari permukaan disekitarnya, SLM sebaiknya ditempatkan pada posisi 1,2 meter dari atas permukaan lantai, 3,5 meter dari permukaan dinding.
4. Untuk pengukuran di dalam ruangan, SLM berada pada posisi 1 meter dari dinding pembentuk ruangan. Bila diletakkan dihadapan jendela maka jaraknya 1,5 meter dari jendela tersebut.
5. Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang valid dan mampu mencatat semua fluktuasi bunyi yang terjadi, SLM dipasang pada posisi slow respons.

Iklan Sahabat

Photobucket