Smartfren

Selamat Datang di dunia smartfren, era baru dan terdepan dalam penyediaan layanan telekomunikasi di Indonesia

Aplikasi GPS Android

Sistem navigasi sangat membantu Anda, manfaatkan kecanggihan teknologi masa kini

Akses LCD Dengan Mikrokontroler

LCD karakter sangat berguna sebagai penampil (display). Kita dapat menampilkan apapun sesuai yang kita inginkan. Dengan memanfaatkan mikrokontroler AVR, kita dapat mengakses LCD.

Film Indonesia

Film Indonesia telah kembali menampilkan film yang berkualitas. Era film bertema setan/hantu telah usai. Saksikan di bioskop-bioskop di kota Anda.

Sekedar berbagai pengalaman saya mengenai Mini SD Memory. Waktu itu beli Mini SD ga kebaca di card reader.

Showing posts with label Electronica. Show all posts
Showing posts with label Electronica. Show all posts

Friday, October 28, 2011

Kode Komponen Elektronik

Akankan Anda selalu memperhatikan kode komponen setiap menggunakannya??
Setiap komponen elektronika yang dibuat oleh suatu perusahaan pasti memiliki kode khusus.  Kode komponen elektronika bertujuan untuk memberikan informasi mengenai komponen tersebut, entah kode pabrik, bahan /material komponen, atau bahkan penggunaan komponen. Berikut beberapa informasi mengenai kode-kode komponen.

Kode komponen IC :


  1. MC         - Motorola
  2. LF, LM   - National
  3. N, S        - Signetics
  4. ECG        - Sylvana
  5. CA, SK   - RCA
  6. uA           - Fairchild
  7. TL           - Texas Instrument
Kode komponen Transistor
Huruf ke -1 menyatakan material semikonduktor :
  1. A - germanium
  2. B - silikon
  3. C - arsenida galium
  4. D - antimonida indium
  5. R - sulfida cadmium
Huruf ke-2 menyatakan penerapan peranti :
  1. A - dioda detektor, dioda kecepatan tinggi, dioda pencampur
  2. B - dioda dengan kapasitas variabel
  3. C - transistor frekuensi rendah (bukan transistor daya)
  4. D - transistor daya, frekuensi rendah
  5. E - dioda terobosan (tunnel diode)
  6. F - transistor frekuensi radio (bukan transistor daya)
  7. G - macam ragam kebutuhan
  8. L - transistor daya, frekuensi audio
  9. N - kopling foto (photo coupler)
  10. P - detektor radiasi (dioda foto, transistor foto)
  11. Q - generator radias (LED)
  12. R - peranti kemudi dan sakelar (TRIAC)
  13. S - transistor sakelar
  14. T - peranti kemudi dan sakelar (TRIAC)
  15. U - transistor sakelar, daya tinggi
  16. X - dioda pengganda
  17. Y - penyearah, dioda efisiensi atau dioda penyondol
  18. Z - acuan tegangan (zener), pengatur (regulator) atau dioda penindas kilasan (transient suppresor diode)
TIP   - Texas Instrument Power Transistor





Thursday, October 27, 2011

Penggunaan Alat Ukur Intensitas Suara (SLM)

Tingkat kekuatan atau kekerasan bunyi diukur dengan alat yang disebut Sound Level Meter. Alat ini terdiri dari, mikrofon, amplifier, weighting network dan display dalam satuan desibel (dB). SLM biasanya dilengkapi dengan bobot pengukuran A (dBA), B (dBB), dan C (dBC). 

Cara penggunaan SLM, antara lain :
1. Agar pengukuran stabil, SLM sebaiknya dipasang pada tripod karena lebih stabil dibandingkan dengan yang dipegang oleh tangan operator. Posisi operator yang terlalu dekat dapat mengganggu penerimaan bunyi. Selain itu peletakan SLM pada papan, seperti meja atau kursi, juga dapat mengurangi kesahihan hasil pengukuran karena sarana tersebut akan memantulkan bunyi yang diterima.
2. Operator SLM setidaknya berdiri 0,5 meter dari SLM agar tidak terjadi efek pemantulan.
3. Untuk menghindari terjadinya pantulan dari permukaan disekitarnya, SLM sebaiknya ditempatkan pada posisi 1,2 meter dari atas permukaan lantai, 3,5 meter dari permukaan dinding.
4. Untuk pengukuran di dalam ruangan, SLM berada pada posisi 1 meter dari dinding pembentuk ruangan. Bila diletakkan dihadapan jendela maka jaraknya 1,5 meter dari jendela tersebut.
5. Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang valid dan mampu mencatat semua fluktuasi bunyi yang terjadi, SLM dipasang pada posisi slow respons.

Friday, October 21, 2011

Tapis Pembobot C

Tapis pembobot C direalisasikan dengan penguat operasional dan merupakan tapis lolos pita (bandpass filter). Perancangan tapis pembobot C menggunakan 2 penguat operasional, pada bagian tapis lolos tinggi (highpass filter) memiliki frekuensi penggal di 31,5Hz dan pada bagian tapis lolos rendah (lowpass filter) memiliki frekuensi penggal di 8000Hz. Untai tapis lolos tinggi ditunjukkan pada gambar 1.

Gambar 1. Untai Tapis Lolos Tinggi


Frekuensi penggal untuk tapis lolos tinggi dapat dihitung dengan rumus tapis orde 1, yaitu : 
Frekuensi penggal = 1/(2pi*R8*C3) = 32.15 Hz.

Untai tapis lolos tinggi ditunjukkan pada gambar 2. 

Gambar 2. Untai Tapis Lolos Rendah

    
Frekuensi penggal untuk tapis lolos tinggi dapat dihitung dengan rumus tapis orde 1, yaitu :
Frekuensi penggal = 1/(2pi*R2*C2) = 8,841 Hz 




Untuk memperoleh tanggapan frekuensi yang diinginkan yaitu memiliki frekuensi penggal bawah di 31,5 Hz dan frekuensi penggal atas di 8000 Hz maka kedua buah penguat operasional ini dihubungkan secara seri (cascade) sehingga memiliki tanggapan frekuensi gabungan seperti yang ditunjukkan pada hasil simulasi dengan Circuit Maker 2000 pada gambar 3.

Gambar 3. Untai Tapis Pembobot C

Tapis Pembobot A

Tanggapan frekuensi tapis pembobot A merupakan kebalikan dari tanggapan frekuensi telinga manusia seperti yang ditunjukkan pada kurva Fletcher dan Munson pada gambar 1.


Gambar 1. Kurva Fletcher Munson

Catu daya opamp ini menggunakan catu daya tunggal sebesar 5 Volt dengan memberikan biasing DC pada input noninverting sebesar 2,5 Volt dengan pembagian tegangan dengan resistor R1 dan R9. Opamp difungsikan sebagai penguat AC sinyal kecil dengan memberikan kapasitor penggandeng (coupling) yang mempunyai sifat menghambat nilai DC dan hanya meneruskan nilai ACnya. Untai tapis pembobot A ditunjukkan pada gambar 2 berikut ini. 


Gambar 1. Untai Tapis Pembobot A

Opamp pertama dikonfigurasikan sebagai penguat inverting dengan penguatan sebesar -1 kali yaitu 
AV1 = -R10/R8 = -1 kali. 
Untuk opamp kedua juga dikonfigurasikan sebagai penguat inverting dengan penguatan ditentukan oleh R11 dan R7. R11 dgunakan sebuah trimmer potensiometer untuk mengatur penguatan satu (0dB) saat frekuensi 1 kHz. Inti dari tapis pembobot A adalah jaringan R-C pada keluaran opamp pertama sampai dengan masukan opamp kedua.


Wednesday, October 19, 2011

Dasar Mikrokontroler #2

Input dan output pada sebuah mikrokontroler?

UART (Universal Asynchronous Receiver Transmitter) adalah adapter serial port adapter untuk komunikasi serial asinkron.

USART (Universal Synchronous/Asynchronous Receiver Transmitter) merupakan adapter serial port untuk komunikasi serial sinkron dan asinkron. Komunikasi serial sinkron tidak memerlukan start/stop bit dan dapat beroperasi pada clock yang lebih tinggi dibanding asinkron.


SPI (serial peripheral interface) merupakan port komunikasi serial sinkron.
SCI (serial communications interface) merupakan enhanced UART (asynchronous serial port)
I2C bus (Inter-Integrated Circuit bus) merupakan antarmuka serial 2 kawat yang dikembangkan oleh hilips. Dikembangkan untuk aplikasi 8 bit dan banyak digunakan pada consumer electronics, automotive dan indistri. I2C bus ini berfungsi sebagai antarmuka jaringan multi-master, multi-slave dengan deteksi tabrakan data. Jaringan dapat dipasangkan hingga 128 titik dalam jarak 10 meter. Setiap titik dalam jaringan dapat mengirim dan menerima data. Setiap titik dalam jaringan harus memiliki alamat yang unik.

Analog to Digital Conversion (A/D). Fungsi ADC adalah merubah besaran analog (biasanya tegangan) ke bilangan digital. Mikrokontroler dengan fasilitas ini dapat digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang memerlukan informasi analog (misalnya voltmeter, pengukur suhu dll).
Terdapat beberapa tipe dari ADC sbb:
  • Succesive Approximation A/D converters.
  • Single Slope A/D converters.
  • Delta-Sigma A/Ds converters.
  • Flash A/D.
Comparator. Mikrokontroler tertentu memiliki ssebuah atau lebih komparator. Komparator ini bekerja seperti IC komparator biasa tetapi sinyal input/outputnya terpasang pada bus mikrokontroler.
Apa fungsi interrupt pada mikrokontroler??
Interupt merupakan metode yang efisien bagi mikrokontroler untuk memproses periperalnya, mikrokontroler hanya bekerja memproses periperal tsb hanya pada saat terdapat data diperiperal tsb. Pada saat terjadi interupt, mikrokontroler menunda operasi yang sedang dilakukan kemudian mengidentifikasi interupsi yang datang dan menjalankan rutin pelayanan interupsi. Rata-rata mikrokontroler memiliki setidak-tidaknya sebuah interupsi eksternal, interupsi yang dimiliki bisa dipicu oleh "edge" atau "level". Edge triggered interupt
bekerja tidak tergantung pada pada waktu terjadinya interupsi, tetapi interupsi bisa terjadi karena glitch. Sedangkan Level triggered interupt harus tetap pada logika high atau low sepanjang waktu tertentu agar dapat terjadi interupsi, interupsi ini tahan terhadap glitch. 

Bagaimana menanamkan program pada mikrokontroler??
BAHASA MESIN DAN ASSEMBLER
Bahasa mesin adalah satu-satunya bahasa yang dimengerti oleh mikrokontroler. Bahasa ini tidak mudah untuk dimengerti oleh manusia. Sedangkan bahasa assembly adalah suatu bentuk bahasa mesin yang bisa dimengerti oleh manusia. Setiap pernyataan dari bahasa assembly menggambarkan satu pernyataan bahasa mesin. Pemrograman dengan menggunakan bahasa assembly/mesin menghasilkan program yang kecil dan cepat. Untuk orang yang pertama kali mempelajari mikrokontroler, akan lebih baik jika mempelajari assembler terlebih dahulu sebelum mempelajari bahasa pemrograman lainnya (mis: C). Dengan membuat program dengan assembler akan membimbing kita memahami arsitektur dari mikrokontroler.
KOMPILER
Compiler adalah penerjemah untuk bahasa pemrograman tingkat tinggi. Bekerja dengan cara menterjemahkan (mis pada PC) langsung ke bahasa mesin yang dimengerti oleh mikrokontroler. Salah satu compiler yang banyak dipergunakan saat ini adalah "C". "C" digunakan pada mikrokontroler kecil hingga supercomputer. Walaupun program dengan C sedikit sulit untuk dipahami (diakibatkan oleh gaya penulisan program yang berbeda untuk tiap programer), C merupakan alat yang sangat flexible dan sangat membantu
pengembangan program. Bahasa ini adalah bahasa tingkat tinggi tetapi masih memungkinkan kita akses langsung ke mesin. Saat ini terdapat beberapa compiler C yang cukup murah dan bagus untuk pemrograman mikrokntroler terkenal. Kode (bahasa mesin) yang dihasilkan oleh compiler ini cukup efisien (cepat dan kompak).

Dasar Mikrokontroler #1

Apa sih mikrokontroler itu??
Mikrokontroler merupakan salah satu wujud perkembangan teknologi pada saat itu.  Dimana kebutuhan akan sebuah komponen pengolah data dan pengendali yang mampu menangani berbagai aplikasi-aplikasi yang telah ada maupun yang akan dibuat. Tujuan dari semua ini adalah memudahkan manusia dalam melakukan berbagai kegiatan.
Mikrokontroler merupakan sebuah IC (integrated circuit) dengan bentuk yang sedemikian rupa, dimana semua bagian yang diperlukan untuk menjadi menjadi sebuah kontroler telah dikemas dalam satu keping. Sebuah IC mikrokontroler terdiri dari :
  1. Central Processing Unit (CPU)
  2. RAM (Random Access Memory)
  3. EEPROM
  4. I/O, Serial dan Paralel
  5. Timer
  6. Interrupt
Apa kegunaan dari mikrokontroler??
Mikrokontroler banyak diterapkan pada berbagai macam peralatan elektronik yang ada. Seperti peralatan rumah tangga, komputer, moving sign, dll. Penerapan mikrokontroler biasanya digunakan untuk peralatan yang tidak membutuhkan kecepatan pengolah data yang tinggi. Sifat spesial dari mikrokontroler adalah ukuran kecil, hemat daya listrik, dan fleksibilitas tinggi sangat cocok untuk peralatan-peralatan yang membutuhkan sebuah alat pengolah dan pengontrol.
Seperti apakah teknik fabrikasi mikrokontroler??
Ini adalah tehnik yang biasa dilakukan untuk memproduksi hampir semua mikrokontroler terbaru. Mikrokontroler CMOS memerlukan daya yang lebih rendah dibanding mikrokontroler yang dibuat dengan tehnik sebelumnya, sehingga memungkinkan untuk dioperasikan menggunakan batere. Chip CMOS juga memungkinkan dioperasikan pada fully atau mendekati fully static, yang berarti bahwa clock dapat diperlambat bahkan diberhentikan sehingga chip berada dalam kondisi (mode) sleep. CMOS juga lebih tahan terhadap noise dibandingkan cara fabrikasi sebelumnya.
Arsitektur mikrokontroler??
Von-Neuman Architecure
Mikrokontroler yang di disain berdasarkan arsitektur ini memiliki sebuah data bus yang dipergunakan untuk "fetch" instruksi dan data. Program (instruksi) dan data disimpan pada memori utama secara bersama-sama. Ketika kontroler mengalamati suatu alamat di memori utama, hal pertama yang dilakukan dalah mengambil instruksi untuk dilaksanakan dan kemudian mengambil data pendukung dari instruksi tsb. Cara ini memperlambat operasi mikrokontroler.
Harvard Architecture
Arsitektur ini memilik bus data dan instruksi yang terpisah, sehingga memungkinkan eksekusi dilakukan secara bersamaan. Secara teoritis hal ini memungkinkan eksekusi yang lebih cepat tetapi di lain pihak memerlukan desain yang lebih kompleks.
Instruksi yang digunakan pada mikrokontroler??
CISC
Saat ini hampir semua mikrokontroler adalah mikrokontroler CISC (Complete Instruction Set Computer).  Biasanya memiliki lebih dari 80 instruksi. Keunggulan dari CISC ini adalah adanya instruksi yang bekerja seperti sebuah makro, sehingga memungkinkan programmer untuk menggunakan sebuah instruksi menggantikan beberapa instruksi sedarhana lainnya.
RISC
Saat ini kecenderungan industri untuk menggunakan disain mikroprosesor RISC ( Reduced Instruction Set Computer). Dengan menggunakan jumlah instruksi yang lebih sedikit, memungkinkan lahan pada chip (silicon real-estate) digunakan untuk meningkatkan kemampuan chip. Keuntungan dari RISC adalah kesederhanaan disain, chip yang lebih kecil, jumlah pin sedikit dan sangat sedikit mengkonsumsi daya.


Monday, October 17, 2011

Akses EEPROM Mikrokontroler

Akses EEPROM di mikrokontroler, gimana sih? Buat apa pakai EEPROM??
Memory pada mikrokontroler berupa flash RAM dan EEPROM. EEPROM merupakan media penyimpanan (memory) yang mampu bertahan meskipun tanpa catu daya. Sedangkan flash RAM hanya menyimpan data secara sementara saja.

Sebagai contoh mikrokontroler ATMega8535 atau ATMega32 memiliki EEPROM internal sebesar 512 byte. Untuk mengakses EEPROM tidak harus hafal akan register-register yang ada di mikrokontroler. Dengan menggunakan Codevision sangat mudah sekali, karena telah tersedia instruksi-instruksi yang digunakan.

Untuk melakukan write/read EEPROM internal, pertama kali tentu saja harus mendeklarasikan variabel untuk menunjuk pointer EEPROM. Berikut contohnya :
[typedata] eeprom *[variabel]

Jika sudah mendeklarasikan variabel, sekarang tinggal mengisi variabel tersebut, misal isi dengan data tipe integer. Berikut contohnya:
data=5; //data yang akan ditulis
index=0; //alamat EEPROM yang akan ditulis
*index=data; //instruksi penulisan ke EEPROM


Mengambil nilai dari EEPROM bisa dilakukan dengan cara berikut ini :
index=0; //alamat EEPROM yang akan dibaca
data=*index; //instruksi pembacaan ke EEPROM

Sekian dulu metode akses EEPROM pada mikrokontroler. Semoga bisa dimengerti dan bermanfaat.

Wednesday, April 27, 2011

Memanfaatkan ADC Pada Mikrokontroler #2

ADC (analog to digital converter) sangat membantu kita untuk mengakuisisi data analog menjadi data digital. Sebagai contoh disini, kita bisa memanfaatkan ADC dari mikrokontroler keluarga AVR yang antara lain ATMega8535, ATMega32, ATMega128, dll. 

Untuk menuliskan dan mendownload program ke dalam mikrokontroler kali ini kita menggunakan program codevision. Bisa memanfaatkan wizard agar lebih memudahkan dalam melakukan pengaturan ADC. Antara lain, resolusi 8bit/10bit, tegangan referensi AREF/AVCC, ADC noise canceler, ADC Clock.


Pada mikrokontroler ATMega 8535, pin ADC terdapat pada PORTA0-PORTA7 dengan resolusi 8/10 bit. Berikut contoh rangkaian minimum mikrokontroler ATMega 8535.



 Berikut contoh program ADC, source code

Semoga membantu..

Tuesday, April 26, 2011

Memanfaatkan ADC Pada Mikrokontroler #1

ADC
ADC (analog to digital converter) adalah suatu piranti yang digunakan untuk mengubah isyarat analog menjadi isyarat digital. Disini akan dibahas ADC yang terdapat pada mikrokontroler (keluarga AVR). Adapun fitur dari ADC pada ATMega8535 adalah sebagai berikut :
1. Resolusi 10 bit
2. Waktu konversi 65-260 uS
3. 0-VCC range input ADC
4. Memiliki 8 channel input
5. Tiga mode pemilihan tegangan referensi



Mode Operasi
1. Mode konversi tunggal (single conversion)
Dalam mode ini, konversi dilakukan dalam sekali pembacaan sampel tegangan input. Konversi dimulai ketika bit ADSC di-set dan bit ini tetap di-set sampai satu kali konversi selesai, setelah itubit ini otomatis di clear CPU.
2. Mode konversi kontinu (free running)
Dalam mode ini, konversi dilakukan secara terus menerus (ADC membaca sampel tegangan input lalu dikonversi dan hasilnya ditampung di register ADCH dan ADCL secara terus menerus)

Register pengendali ADC
a. ADC multiplexer selection register (ADMUX)

Bit 7:6 - REFS1:0 (reference selection bits)
kedua bit ini digunakan untuk memilih tegangan referensi ADC yang akan digunakan.

Bit 5 - ADLAR (ADC Left Adjust Result)
Bit ini digunakan untuk memilih mode data keluaran ADC. Bit ini berakibat pada format data hasil konversi dalam register ADCH:ADCL

Bit 3:0 - MUX3:0 (Analog Channel Selection Bits)
Bit ini digunakan untuk memilih saluran input ADC.
b. ADC Control and Status Register A (ADCSRA)
Bit 7 - ADEN : ADC Enable
Bit ini digunakan untuk mengaktifkan ADC, bernilai awal 0, jika bernilai 1 maka ADC aktif.

Bit 6 - ADSC : ADC Start Conversion
Set bit ini untuk memulai konversi sinyal masukan. Ketika konversi telah selesai, maka otomatis bit ini di clear.

Bit 5 - ADATE : ADC Auto Trigger Enable
Bit ini digunakan untuk mengatur sumber pemicu terjadinya konversi ADC. Jika bit ini di set maka akan mengaktifkan auto triggering register SFIOR dan menggunakan mode free running.

Bit 4 - ADIF : ADC Interupt Flag
Bit ini di set ketika konversi ADC telah selesai dan data register telah ter-update. Bit ini otomatis di clear ketika eksekusi interupsi ADC conversion complete.

Bit 3 - ADIE : ADC Interupt Enable
Bit ini digunakan untuk mengaktifkan interupsi ADC conversion complete. Bernilai awal 0. Jika di set dan konversi ADC telah selesai, maka sebuah interupsi akan dieksekusi sesuai dengan jenis interupsi yang ditulis di program.

Bit 2 - ADPS2:0 : ADC Prescaler Select Bit
Digunakan untuk menentukan faktor pembagi frekuensi clock CPU yang akan digunakan.


c. ADC Data Register (ADCH:ADCL)
ADCH dan ADCL (masing-masing 8 bit register) merupakan bit penampung hasil konversi ADC. Format data hasil konversi berdasarkan setting di ADLAR. Untuk membaca data di register ADCH:ADCL bisa digunakan perintah lsl, lsr, rol, dan ror.

d. Spesial Function IO Register (SFIOR)
Register SFIOR merupakan register 8 bit pengatur sumber pemicu konversi ADC. Untuk operasiADC, bit ACME, PUD, PSR2, dan PSR10 tidak dipakai.

Bit ADTS2:0 mengatur pemicu eksternal operasi ADC. Hanya berfungsi jika bit ADATE pada ADCSRA bernilai 1. Bernilai awal 000 sehingga ADC bekerja pada mode free running dan tidak ada interupsi yang dihasilkan.



Untuk mempelajari tentang program mikrokontroler, lanjut ke artikel Memanfaatkan ADC Pada Mikrokontroler #2

Tuesday, April 12, 2011

Akses MMC dengan Mikrokontroler #2

Pada artikel "Akses MMC dengan Mikrokontroler #2" telah membahas tentang dasar MMC dan rangkaian yang digunakan untuk mengakses MMC menggunakan mikrokontroler. Kali ini kita akan membahas mengenai program dari mikrokontroler untuk mengakses MMC, menggunakan Codevision 2.05.

Mengapa menggunakan Codevision 2.05 ??
Bagaimana kalau belum punya Codevision 2.05?? Silahkan donwload disini, crack  

Codevision 2.05 telah mendukung library untuk MMC, sehingga akan lebih mudah kita untuk mengakses MMC. Pada dasarnya Codevision 2.04 telah memiliki library ini, hanya saja pada saat artikel ini dibuat versi terbaru dari codevision versi 2.05. 

Berikut pengaturan yang dilakukan pada Codevision untuk menggunakan library MMC.


Untuk PORTD.5 dan PORTD.6 disambungkan ke ground saja, karena pada pin MMC tidak terdapat pin /CD dan WP.

Secara garis besar saya akan mencoba menjelaskan bagaimana program ini bisa mengakses MMC, membuat file, dan mengisi file.
1. Memberi nama file
Memberi nama file tidak boleh lebih dari 8 huruf, pada contoh program yang disertakan, menggunakan nama "suhu.txt". Nama file ini hanya dihitung 4 huruf saja.

2. Membuat file
Urutan dalam membuat file adalah sebagai berikut :
  • reset nama file
  • beri nama file
  • create file
  • jangan lupa close file (kalo fungsi close file tidak di panggil maka proses membuat file baru tidak akan berhasil.

3. Mengisi file
Urutan dalam mengisi file dalah sebagai berikut :
  • reset nama file
  • tunjuk nama file
  • baca ukuran file
  • buka file kemudian pilih mode tulis
  • tunjuk alamat file yang akan ditulis
  • tulis file dari buffer yang telah disiapkan
  • jangan lupa close file (kalo fungsi close file tidak di panggil mas proses membuat file baru tidak akan berhasil.
Berikut contoh program untuk membuat file dan mengisi di MMC, source code

Akses MMC dengan Mikrokontroler #1

MMC (Multi Media Card) merupakan alat untuk menyimpan data digital. Memory card biasanya mempunyai kapasitas ukuran berdasarkan bit digital, yaitu 16 MB, 32 MB, dan seterusnya. Bisa menggunakan memory card tipe apapun, yang penting harus menambahkan dengan adapter dengan kurang lebih seperti di bawah ini.

Konfigurasi Pin MMC
Pin 1 = CS = chip select
Pin 2 = DI = data input
Pin 3 = Vss =ground
Pin 4 = Vcc ,tegangan 3,3Volt.
Pin 5 = SCLK = serial clock
Pin 6 = Vss2 = ground
Pin 7 = DO = data out
Pin 8 = DAT1
Pin 9 = DAT2

Untuk bisa mengakses MMC menggunakan mikrokontroler, 
  1. Memiliki RAM 2KB atau lebih, bisa menggunakan ATMega32. 
  2. Menggunakan program Codevision versi 2.04 ke atas, karena adanya library MMC.
Berikut rangkaian modul MMC, bekerja pada tegangan 3.3 volt. download

Artikel selanjutnya mengenai program untuk mengakses MMC menggunakan mikrokontroler, #2

Semoga membantu..

Sunday, April 10, 2011

Akses Seven Segment dengan Mikrokontroler

Seven segment adalah salah satu komponen elektronika yang merupakan gabungan dari 7 buah led yang dikombinasikan sedemikian rupa.


Menggunakan metode scanning display, sehingga seolah-olah menyala bersamaan. Padahal sebenarnya diaktifkan secara satu per satu dengan waktu tunda yang sangat cepat.



Gambar 1. Konfigurasi 7-Segmen Common Cathode


Pin 3 dan 8 = untuk mengaktifkan 7-segmen diberikan logika high (common anode) dan logika low (common cathode).


Jika menggunakan 7-segmen lebih dari satu, maka digunakan IC Decoder 7447 (common anode) dan IC Decoder 7448 (common cathode) untuk menghemat penggunaan port pada mikrokontroler. Berikut rangkaian yang digunakan :


Gambar 2. Konfigurasi scanning display


Gambar 3. Tabel Kebenaran IC Decoder 7447


Gambar 4. IC Decoder 7447 (Common Anode)




Gambar 5. Tabel Kebenaran IC Decoder 7448




Gambar 6. IC Decoder 7448 (Common Cathode)



Berikut disertakan contoh program yang bisa kalian download, source code





Saturday, April 09, 2011

Akses LCD 16x2 dengan Mikrokontroler

LCD karakter sangat berguna sebagai penampil (display). Kita dapat menampilkan apapun sesuai yang kita inginkan. Dengan memanfaatkan mikrokontroler AVR, kita dapat mengakses LCD.

Codevision menyediakan pustaka (library) untuk mengakses antarmuka LCD. Jadi kita harus menyesuaikan rangkaian dengan ketentuan dari Codevision. Misal akan digunakan port A, maka konfigurasi sebagai berikut :


PortA.0 - pin RS (pin 4)
PortA.1 - pin R/W (pin 5)
PortA.2 - pin EN (pin 6)
PortA.3 - tidak dipakai
PortA.4 - pin D4 (pin 11)
PortA.5 - pin D5 (pin 12)
PortA.6 - pin D6 (pin 13)
PortA.7 - pin D7 (pin 14)

Beberapa fungsi yang disediakan codevision dalam "#include lcd.h", antara lain :
void lcd_putsf(char flash *str);
void lcd_puts(char *str);
void lcd_clear(void);
void lcd_putchar(void);
void lcd_gotoxy(unsigned char x, unsigned char y);

Berikut adalah contoh program untuk menampilkan tulisam "hello world" pada LCD :



#include <lcd.h>
#include <atmega32.h>

void main(void)
{
lcd_init(16);
lcd_clear();
lcd_gotoxy(0,0);
lcd_putsf("Hello World!");

while(1);
}



Friday, January 28, 2011

Mikrofon

Mikrofon merupakan jenis tranducer yang mengubah sinyal suara menjadi sinyal listrik.

Karakteristik mikrofon yang harus diperhatikan ketika akan memilih sebuah mikrofon, adalah :
  1. Prinsip cara kerja mikrofon
  2. Daerah respons frekuensi suara yang mampu di cuplik mikrofon
  3. Sudut atau arah pencuplikan mikrofon
  4. Output sinyal listrik yang dihasilkan mikrofon
  5. Bentuk fisik mikrofon

Polarity Pattern - Polarity pattern merupakan jangkauan mic terhadap sinyal-sinyal yang ditangkap, adapun pola kerja pattern tersebut adalah sebagai berikut :
1. Omnidirectional Microfon
Menangkap suara dari berbagai arah.







2. Bidirectional Microfon
Mikrofon jenis ini mampu menangkap suara secara baik dari 2 arah sekaligus. Bisa dibayangkan jika 2 orang yang mengobrol dan sebuah bidirectional microfon diletakkan di antara mereka.



3. Unidirectional Microfon
Memiliki kepekaan yang tinggi untuk menangkap suara dari satu arah.



Jenis mikrofon
1. Mikrofon kapasitor
Mikrofon jenis ini adalah mikrofon yang terbuat dari sebuah diafragma berbahan logam, digantungkan pada sebuah pelat logam statis dengan jarak sangat dekat, sehingga keduanya terisolasi dan menyerupai bentuk sebuah kapasitor. Adanya getaran suara mengakibatkan diafragma bergerak-gerak. Diafragma yang bergerak menimbulkan adanya perubahan jarak pemisah antara diafragma dengan pelat statis sehingga mengakibatkan berubahnya nilai kapasitansi.



Mikrofon kapasitor ini memerlukan tegangan DC konstan yang dihubungkan ke sebuah diafragma dan pelat statis melewati sebuah resistor beban, sehingga tegangan mikrofon dapat berubah-ubah seiring perubahan tekanan udara yang terjadi akibat getaran suara.

Monday, January 24, 2011

Alat Ukur Intensitas Cahaya dan Suara

Artikel ini saya buat karena dalam menyelesaikan studi sebagai mahasiswa teknik elektro, maka harus menyelesaikan tugas akhir dengan membuat alat ini, "alat ukur intensitas cahaya dan suara ".


Alat sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Batasan masalah yang digunakan dalam lingkup lingkungan kerja dan pendidikan. Sebuah ruangan harus memenuhi beberapa kriteria agar aktivitas yang terjadi didalamnya dapat kondusif. Antara lain, tingkat kebisingan dan tingkat pencahayaan yang sesuai dengan fungsi sebuah ruang. 


Sudah ada tersedia di pasaran alat ukur intensitas cahaya dan suara dengan berbagai merk,  apa bedanya ??


Alat ini mengintegrasikan 2 alat yaitu alat ukur intensitas cahaya dan suara. Menggunakan display 7 segmen 3 digit dan dilengkapi MMC sebagai data logger. Untuk kedepannya semoga alat ini benar-benar bermanfaat untuk orang banyak.


Berikut adalah gambar alat yang dibuat. Beberapa materi tentang alat ini sudah saya bahas di blog ini.



      Saturday, January 22, 2011

      Cara Kerja Komponen Dasar

      A. Resistor 
      Resistor ini sangat sering sekali dijumpai di segala macam rangkaian. Bahkan hampir tidak ada rangkaian tanpa adanya komponen ini. Fungsi dari resistor ini membatasi arus yang masuk ke komponen atau rangkaian. Kombinasi resistor yang dirangkai menjadi model tertentu bisa juga digunakan sebagai pembagi tegangan.
      Nilai hambatan dari resistor dapat dilihat dari gelang warna. Berikut tabel warna nilai resistor :


      Pembacaan nilai resistor untuk 4 gelang warna, sebagai contoh :
      Resistor dengan warna cokelat, hitam, hitam, emas, maka nilai resistansinya 100 ohm toleransi 5%
      Pembacaan nilai resistor untuk 5 gelang warna, sebagai contoh :
      Resistor dengan warna cokelat, hitam, hitam, hitam, emas, maka nilai resistansinya 1000 ohm toleransi 5%

      Resistor yang disusun secara seri, maka nilai hambatannya akan bertambah. Sesuai dengan persamaan berikut ini :
      Rs = R1 + R2 + R3 + .... + Rn

      Resistor yang disusun secara paralel, maka nilai hambatan akan berkurang. Sesuai dengan persamaan berikut ini :
      1/Rp = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + .... + 1/Rn

      B. Fotodioda
      Komponen adalah jenis dioda yang mendeteksi cahaya. Fotodioda merupakan sensor cahaya semikonduktor yang dapat mengubah besaran cahaya menjadi besaran listrik. Fotodioda merupakan sebuah dioda dengan sambungan p-n yang dipengaruhi cahaya dalam kerjanya. Cahaya yang dapat di deteksi oleh fotodioda ini mulai dari cahaya infra merah, cahaya tampak, ultra ungu sampai dengan sinar-X. Aplikasi fotodioda mulai dari penghitung kendaraan di jalan umum secara otomatis, pengukur cahaya pada kamera serta beberapa peralatan di bidang medis.
      Prinsip kerja dari fotodioda jika sebuah sambungan-pn dibias maju dan diberikan cahaya padanya maka pertambahan arus sangat kecil sedangkan jika sambungan pn dibias mundur arus akan bertambah cukup besar. Cahaya yang dikenakan pada fotodioda akan mengakibatkan terjadinya pergeseran foton yang akan menghasilkan pasangan electron-hole dikedua sisi dari sambungan. Ketika elektron-elektron yang dihasilkan itu masuk ke pita konduksi maka elektron-elektron itu akan mengalir ke arah positif sumber tegangan sedangkan hole yang dihasilkan mengalir ke arah negatif sumber tegangan sehingga arus akan mengalir di dalam rangkaian. Besarnya pasangan elektron ataupun hole yang dihasilkan tergantung dari besarnya intensitas cahaya yang dikenakan pada fotodioda.

      C. LDR (Light Dependent Resistor)
      LDR adalah salah satu jenis resistor yang mana nilai resistansi akan berubah terhadap cahaya. LDR terbuat dari bahan semikonduktor seperti kadmium sulfida. Dengan bahan ini energi dari cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik meningkat. Artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan.


      Dalam keadaan tanpa cahaya LDR akan memiliki hambatan maksimal (sekitar 1M), dan dalam keadaan terang akan memiliki hambatan minimal (sekitar 1K). Namun perlu juga diingat bahwa respon dari rangkaian transistor akan sangat tergantung pada nilai LDR yang digunakan. Lebih tinggi nilai tahanan akan lebih cepat respon rangkaian.

      Mikrofon adalah suatu jenis tranduser yang mengubah energi-energi akustik (gelombang suara) menjadi sinyal listrik. Konsep utama dari microphone yaitu bagaimana kita mengubah impedansi. Impedansi tersebut dipengaruhi oleh membrane yang berhubungan langsung dengannya. Kenapa impedansi? Karena pada tegangan yang tetap, perubahan impedansi akan mempengaruhi besarnya arus pada suatu system sirkuit tertutup. Arus tersebutlah yang merupakan signal informasi akustik yang sudah dirubah dalam bentuk elektrik (sinyal arus).

      Ada dua macem microphone:
      1. Microphone arang
      2. Microphone capasitor

      Kualitas dari micropone capasitor lebih baik daripada yang arang. Lebih sensitive dan tentu menyebabkan harganya lebih mahal :D

      Prinsip kerja microphone arang:

      Suara-->membran-->serbuk arang--->arang padat

      Membrane dicatu tegangan positif dan arang dicatu negative. Membrane yang peka terhadap tekanan suara menekan serbuk arang sehingga kepadatan arang berubah. Perubahan kepadatan inilah yang mempengaruhi besarnya impedansi, atau dalam hal ini resistansi dari arang, sehingga mempengaruhi besarnya arus (v=i(t).r(t)).

      Prinsip kerja microphone capasitor :
      Suara-->membran-->celah udara-->bahan kapasitor(pelat inductor)

      Membrane yang dipengaruhi tekanan suara terhadap waktu mempengaruhi lebarnya celah antara membrane dengan bahan kapasitor. Sehingga besanya impedansi, dalam hal ini kapasitansi, berubah karena lebar celah yang berubah terhadap waktu. Hal ini pula yang mempengaruhi besarnya arus.
      Karakteristik mikrofon yang harus diperhatikan ketika akan memilih sebuah mikrofon adalah:
      1. Prinsip cara kerja mikrofon
      2. Daerah respons frekuensi suara yang mampu dicuplik mikrofon
      3. Sudut atau arah pencuplikan mikrofon
      4. Output sinyal listrik yang dihasilkan mikrofon
      5. Bentuk fisik mikrofon


      E. Seven Segment
      Seven segmen, merupakan sekumpulan LED yang dibangun sedemikian rupa sehingga menyerupai digit, seven segmen ada dua macam: common anoda dan common katoda.



      Gambar 3. Rangkaian interface ke 7 segmen
      Pada rangkaian tersebut dapat anda perhatikan bagian seven segmen, karena seven segmen yang digunakan adalah common anoda, maka segmen tersebut dapat nyala apabila mendapat logika '0' pada bagian katoda. Dengan kata lain untuk menghidupkan seven segmen yang terkoneksi ke mikrokontroler port paralel maka harus dioutputkan logika '0'.Sehingga pada contoh tersebut, agar dapat ditampilkan angka 3 pada seven segmen maka port P0 harus mengeluarkan data 00110000b

      Jangan Hidupkan Ponsel dalam Pesawat

      Menggunakan ponsel di dalam pesawat terbang baik sedang mengudara maupun ketika pesawat sedang berada di darat berpotensi membahayakan keselamatan seluruh penumpang dan awak pesawat. Di samping itu, juga melanggar kepantasan dan tata krama.

      Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja lepas landas dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat. Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit berbunyi terus.

      Ternyata, sebuah ponsel di dalam tas di bagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi. Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang final approach untuk mendarat di bandara Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

      Daftar ini masih dapat diperpanjang lagi. Mereka yang tak peduli akan keselamatan dirinya, dan penumpang lainnya, boleh saja terus bersikap tak peduli akan larangan mengaktifkan ponsel dalam pesawat. Tetapi seorang kapten tentara Arab Saudi dihukum cambuk 70 kali karena kedapatan menyalakan ponsel di dalam pesawat.

      Seorang teknisi Inggris dijebloskan ke penjara selama setahun karena menolak permintaan pramugari British Airways untuk mematikan ponselnya. Menurut peraturan FAA (Federal Aviation Administration) mengaktifkan ponsel di dalam pesawat terbang bukan saja selama penerbangan adalah pelanggaran hukum (illegal) dan dapat dihukum atas dakwaan membahayakan keselamatan umum.

      Di Indonesia? Begitu roda-roda pesawat menyentuh landasan, segera terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan. Para “pelanggar hukum” itu seolah-olah tak mengerti bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai dirinya dan penumpang lain, di samping merupakan gangguan (nuissance) terhadap kenyamanan orang lain.

      Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tata krama menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat terbang.

      Ponsel harus dimatikan, tidak hanya di switch agar tidak berdering selama berada di dalam pesawat. Ini penting ditegaskan karena banyak orang menyimpulkan sendiri bahwa ponsel hanya berpotensi bahaya ketika pesawat mengudara.

      Dengan memahami hal ini, kita menyadari bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.

      Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan baik. Potensi kecelakaan masih dapat terjadi di darat ketika pesawat sedang bergerak menuju pintu embarkasi (gate) karena gangguan komunikasi.

      Sebenarnya, secara teknis penggunaan ponsel di dalam penerbangan lebih mengganggu sistem telekomunikasi di darat (terrestrial) ketimbang gangguan pada sistem pesawat terbang. Seperti kita ketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio, melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station).

      Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta).

      Overloading terhadap BTS karena penggunaan ponsel di udara dapat sangat mengganggu para pengguna ponsel di darat. Sebagai makhluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata krama?

      Sekiranya kita terbang, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama dan demi sopan santun menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang. Aktifkan ponsel Anda setelah Anda berada di gedung terminal.

      [edited from shatomedia.com]

      Tuesday, November 30, 2010

      IC Timer 555

      IC timer 555 memberi solusi praktis dan relatif murah untuk aplikasi elektronik yang berkenaan dengan pewaktuan (timing). Beberapa contoh aplikasi yang memanfaatkan IC 555 adalah rangkaian pewaktu monostable dan astable, generator sinyal kotak, transducer, dan lain sebagainya.

      Rangkaian Monostable
      IC ini bekerja dengan memanfaatkan prinsip pengisian dan pengosongan dari kapasitor melalui resistor.

      Rangkaian di atas adalah rangkaian pewaktu monostable, prinsip rangkaian di atas adalah menghasilkan pulsa tunggal dengan lama tertentu pada keluaran pin 3, jika pin 2 di picu.

      Pada keadaan tanpa input, keluaran pin 3 adalah 0 (ground atau normally low). Transistor Q1 yang ada di dalam IC ini selalu ON dan mencegah kapasitor eksternal C dari proses pengisisian (charging). Ketika ada sinyal trigger dari 1 ke 0 (VCC to GND) yang diumpankan ke pin 2 dan lebih kecil dari 1/3 VCC, maka serta merta komparator B men-set keluaran flip-flop. Ini pada gilirannya memicu transistor Q1 menjadi OFF. Jika transistor Q1 OFF akan membuka jalan bagi resistor eksternal R untuk mulai mengisi kapasitor C (charging).

      Pada saat yang sama output dari pin 3 menjadi high (VCC), dan terus high sampai suatu saat tertentu yang diinginkan. Sebut saja lamanya adalah t detik, yaitu waktu yang diperlukan untuk mengisi kapasitor C mencapai tegangan 2/3 VCC. Tegangan C ini disambungkan ke pin 6 yang tidak lain merupakan input positif comp A. Maka jika tegangan 2/3 VCC ini tercapai, komparator A akan men-reset flip-flop dan serta merta transistor internal Q1 menjadi ON kembali. Pada saat yang sama keluaran pin 3 dari IC 555 tersebut kembali menjadi 0 (GND).

      Rangkaian Astable


      Sedikit berdeda dengan rangkaian monostable, rangkaian astable dibuat dengan mengubah susunan resitor dan kapasitor luar pada IC 555 seperti gambar berikut. Ada dua buah resistor Ra dan Rb serta satu kapasitor eksternal C yang diperlukan.

      Prinsipnya rangkaian astable dibuat agar memicu dirinya sendiri berulang-ulang sehingga rangkaian ini dapat menghasilkan sinyal osilasi pada keluarannya. Pada saat power supply rangkaian ini di hidupkan, kapasitor C mulai terisi melalui resistor Ra dan Rb sampai mencapai tegangan 2/3 VCC. Pada saat tegangan ini tercapai, dapat dimengerti komparator A dari IC 555 mulai bekerja mereset flip-flop dan seterusnya membuat transistor Q1 ON. Ketika transisor ON, resitor Rb seolah dihubung singkat ke ground sehingga kapasitor C membuang muatannya (discharging) melalui resistor Rb. Pada saat ini keluaran pin 3 menjadi 0 (GND).

      Ketika discharging, tegangan pada pin 2 terus turun sampai mencapai 1/3 VCC. Ketika tegangan ini tercapai, bisa dipahami giliran komparator B yang bekerja dan kembali memicu transistor Q1 menjadi OFF. Ini menyebabkan keluaran pin 3 kembali menjadi high (VCC). Demikian seterusnya berulang-ulang sehingga terbentuk sinyal osilasi pada keluaran pin3. Terlihat di sini sinyal pemicu (trigger) kedua komparator tersebut bekerja bergantian pada tegangan antara 1/3 VCC dan 2/3 VCC.

      Inilah batasan untuk mengetahui lebar pulsa dan periode osilasi yang dihasilkan. Misal diasumsikan t1 adalah waktu proses pengisian kapasitor yang di isi melalui resistor Ra dan Rb dari 1/3 VCC sampai 2/3 VCC. Diasumsikan juga t2 adalah waktu discharging kapasitor melalui resistor Rb dari tegangan 2/3 VCC menjadi 1/3 VCC. Dengan perhitungan eksponensial dengan batasan 1/3 VCC dan 2/3 VCC, maka dapat diperoleh :

      t1 = ln(2) (Ra+Rb)C = 0.693 (Ra+Rb)C
      dan
      t2 = ln(2) RbC = 0.693 RbC

      Periode osilator adalah dapat diketahui dengan menghitung T = t1 + t2. Persentasi duty cycle dari sinyal osilasi yang dihasilkan dihitung dari rumus D = t1/T. Jadi jika diinginkan duty cycle osilator sebesar (mendekati) 50%, maka dapat digunakan resistor Ra yang relatif jauh lebih kecil dari resistor Rb.

      Sunday, July 18, 2010

      Komparator dengan Op-Amp

      Komparator merupakan rangkaian dasar yang sangat mudah untuk di buat dan dipelajari. Bisa digunakan untuk berbagai macam aplikasi dari yang paling sederhana hingga yang paling rumit. Kali ini akan dibahas beberepa dasar dari komparator dan beberapa aplikasi yang memanfaatkan komparator.

      Komparator bekerja dengan membandingkan masukan dengan referensi, biasanya berupa tegangan.

      Tuesday, September 30, 2008

      Dasar Jaringan Telekomunikasi

      Topologi dalam jaringan telekomunikasi
      1. Ring
      2. Star
      3. Tree
      4. Mesh
      Faktor penempatan sentral
      1. Terletak di pusat keramaian

      2. Pertumbuhan penduduk yang tinggi
      3. Letak strategis

      Fungsi dasar sentral1. Switching
      2. Signaling
      3. Control
      4. Interface transmisi dan signaling

      Gangguan pada transmisi suara
      1. Attenuation Distortion (Frequency Respons)
      2. Phase Distortion
      3. Noise

      Hierarki pada jaringan telepon
      1. On Hook (gagang telepon di taruh)
      Dalam kondisi seperti ini berarti perangkat telepon siap untuk dihubungi.

      2. Off Hook (gagang telepon di angkat)
      Saat perangkat telepon dalam keadaan on hook, maka sentral akan mengirim DC Current dan Dial
      Tone ke perangkat telepon.

      3. Dialing
      Saat memasukkan nomor tujuan maka perangkat telepon akan mengirimkan Dialed Digits Pulses atau Tones ke sentral.

      4. Switching
      Sentral melakukan proses switching untuk menghubungkan ke perangkat sesuai nomor yang telah dimasukkan.

      5. Ringing
      Ketika sentral berhasil, maka sentral akan mengirimkan ringing tone pada perangkat telepon tujuan dan mengirimkan ring back tone pada perangkat yang mendial

      6. Talking
      Di sini antara perangkat yang satu dengan yang lainnya telah terhubung. Maka sentral mengirimkan voice energy ke masing-masing perangkat.

      Proses PCM (Pulse Code Modulation)1. Sampling
      2. Quantity
      3. Coding

      Jenis-jenis ARQ (Automatic Repeat reQuest)1. Stop and Wait ARQ
      2. Selective or Continue ARQ
      3. Go Back-n ARQ

      Iklan Sahabat

      Photobucket